Rabu, 21 Oktober 2009

Cerita Gokil banget

Hmm, ternyata menyenangkan juga kalo mengingat-ingat masa lalu, salah satunya masa SMA.
Kejadian berikut adalah salah satu pengalaman yang gokil waktu gw SMA, tepatnya waktu kelas XI.

Pada suatu hari ada praktikum kimia yaitu meneliti penyakit Diabetes Melitus melalui urin.
Beberapa hari sebelumnya, guru praktikum tersebut mengumumkan bahwa setiap kelompok harus membawa urin untuk diteliti.

Setengah jam sebelum praktikum dimulai, entah dapat kabar darimana, ada yang mengatakan bahwa setiap siswa wajib membawa sampel urinnya masing-masing.
Ya terang aja satu kelas jadi kelabakan, secara gitu loh sampel urin yang disiapin cuma 1 tiap kelompok.

Di tengah perjalanan menuju WC, kami sadar kalo kami harus punya tempat untuk menampung urin tersebut.
Karena nggak ada gelas ukur ya terpaksa kami harus pake sesuatu yang sederajat dengan gelas ukur.
Setelah beberapa saat mencari dengan seksama, akhirnya gw mendapatkan ‘harta karun’ tersebut yaitu…..gelas aqua!!!

Dengan semangat membara dan tekad membaja serta bermodalkan gelas aqua masing-masing, kami pun menyerbu WC sekolah untuk perang…eh, pipis.
Dikarenakan waktu yang semakin ngepet…eh,mepet, dengan amat-sangat-super-duper-mega-bummer terpaksa, 1 WC dimasuki oleh 3-4 orang siswa.
Setelah masing-masing mendapatkan posisi yang nyaman, maka kami pun menunggu momentum ekskresi tersebut.

sreet…sreet…cuuuuuuuuur…sreet…sreet (*detail kejadian disensor*)

Beberapa saat kemudian selesailah ritual-bareng tersebut.
Dengan memegang sampel masing-masing, kami pun kembali ke kelas.
Alangkah kagetnya gw ketika masuk kelas (beneran, gw shok!!!)…betapa “harumnya” ruang tersebut.
Walangsangit aja bisa kena asma menghirup udara di situ.
Aromaterapi urin semerbak dimana-mana. Warna-warni urin terpampang jelas dalam kegagahan gelas maupun botol masing-masing siswa.
Parahnya, mereka dengan PD-nya memamerkan urinnya di atas meja!!Geblek!!!wukakakakakakakakaa

treek..treek..treek..sang guru pun akhirnya datang.
Sesampainya di depan pintu, beliau tidak langsung masuk ke dalam kelas.
Sang guru terpaku sejenak di depan pintu, diam membisu lalu membatu…
Tampaknya beliau belum siap mental menghadapi bau serangan urin yang tiba-tiba tersebut.

Beberapa detik kemudian, sang guru (setelah menguatkan iman dan menyiapkan stamina) mulai melangkah masuk ke dalam kelas.
Dan beliau juga kaget melihat sampel urin yang berjajar gagah di meja masing-masing.
Secara serta-merta beliau mengatakan bahwa praktikum ini hanya menggunakan 2 sampel urin aja.
Lalu yang lain???yah, terpaksa dibuang deh masa mau diminum huakakakakkaaka

Ketika mau membuang sampel urin, otak kreatif-gila gw mulai bekerja. Gw berpikir (untungnya cuma kepikiran!!) kan sayang kalo dibuang, gimana kalo urin-urin tersebut dikumpulin trus dimasukkin ke dalam botol sehingga mirip teh botol.
Trus tu botol ditaruh di kulkas kantin dan tunggu ada korban yang minum tu eksperimen.
Jika hal tersebut benar-benar terjadi maka dapat dipastikan korban tersebut akan mengalami halusinasi, kepala pusing, mulut berbusa dan kemudian semaput.
Yah minimal kena kanker, tetanus, impotensi, sakit jantung, ato gangguan kehamilan dan janin lah paling nggak wuakhakahkahkahakakaka kaya iklan rokok…

Akhirnya praktikum dilanjutkan dan diselesaikan dengan cepat (mungkin udah pada modar mencium polusi urin di udara wuekekekekekekk).

The End

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar