Kamis, 22 Oktober 2009

cuma cium aj

Selingkuh tidak selalu identik dengan persetubuhan, itulah versi Sodin, 45, dari Bangkalan (Madura). Karenanya meski dia kedapatan tidur seranjang dengan bini tetangga, dia membantah bahwa telah berulangkali menyetubuhi Ny. Asminah, 41. “Kalau sekadar cium-mencium, memang iya,” begitu dia berkilah.
Tetangga yang baik haruslah siap berbagi suka dan duka. Ikut prihatin ketika ada musibah, dan ikut bergembira dalam kebahagiaan sang tetangga. Paling tidak, haruslah tanggap dan siap menjadi medan curhat, saat tetangga dekat dapat masalah. Sukur-sukur tidak sekadar sembur (nasihat), tapi juga uwur dalam arti siap membantu secara materi. Ini baru tetangga idola, namanya.

Ini pula agaknya yang dilakukan Sodin, sewaktu tetangga dekat rumahnya, keluarga Wasikin, 43, dapat musibah kecelakaan lalu lintas. Dia tak sekadar ngaruhke (menanyakan) kejadian itu, tapi juga ikut memberikan bantuan untuk biaya perawatan rumahsakit. “Terima kasih Mas, jadi merepotkan saja…,” kata Asminah, istri Wasikin penuh basa-basi. Kala itu kaki suaminya memang sampai patah gara-gara tabrakan.

Akan tetapi bantuan untuk keluarga Wasikin terus mengalir. Masalahnya, semenjak kecelakaan, kepala keluarga tak bisa mencari nafkah. Apa lagi kini suami Asminah kembali ke Madiun kampung asalnya, untuk berobat. Nah, sejak saat itu Asminah menjadi sering curhat pada Sodin tentang kesulitan ekonominya. Dasar lelaki ini tak tegaan, akhirnya yang terbuka bukan hanya mulut, kantongnya juga. Antara Rp 10.000,- hingga Rp 20.000,- hampir setiap hari pasti diinfakkan.

Tata cara Sodin membantu Ny. Asminah, lama-lama membuat istri Sodin jadi cemburu. Royal amat, membantu tetangga kok sehari-hari, memangnya kantornya Bachtiar Chamsyah (Depsos - Red), apa? Istri Sodin curiga bahwa suaminya ada main dengan bini Wasikin. “Ada uang pasti dapat goyang, biasalah lelaki,” kata bini Sodin. Tuduhan itu langsung disampaikan kepada suaminya langsung.

Ini akibatnya fatal, suami istri tersebut menjadi ribut. Logika sang istri, suami marah berarti nyata. Dan semakin sakit hatilah istri Sodin. Tanpa pamit pada suami, dia minggat. Kabarnya mendaftar jadi TKW. Agaknya dia memang tak tahan bila suaminya terjadi TTM (Tetangga Tapi Mesra) bersama Ny. Asminah. Prinsip istri Sodin, mending tak melihat daripada menyaksikan perselingkuhan di depan mata.

Konyolnya, sepeninggal istri Sodin seakan menemukan jalan lapang. Dia menjadi sering berkunjung ke rumah Asminah, bahkan nginep segala. Klimaknya, keduanya nekad “kawin siri”, meski Asminah masih istri sah Wasikin yang cacat kini. Tetangga sudah memperingatkan, tapi tak digubris. Sodin selalu rajin ke rumah Asminah, dan Asminah selalu membuka pintu untuk suami tetangganya tersebut.

Akhirnya habis kesabaran warga Perumnas Tunjung Kecamatan Burneh itu. Saat Sodin masuk rumah Asminah, langsung digerebek. Saat itu keduanya kedapatan sedang tidur-tiduran berdua. Langsung saja mereka malam itu dibawa ke Kantor RW. Tapi dalam interogasi keduanya tetap menolak tuduhan bahwa sering bersetubuh bak suami isrti. “Meski siri, kami selama ini hanya berciuman saja kok,” aku Sodin.

Hoo, hoo, hooo, perempuan kok suaminya dua!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar