Kamis, 22 Oktober 2009

kopi darat enak tenan

Awalnya hanya bercuap-cuap di udara, kemudian bercup-cup bibir di darat; itulah selingkuh antara dua penyiar radio swasta. Tapi karena suami Ny. Darini, 30. tak terima istrinya dikeloni penyiar yang juga oknum polisi, urusan jadi memanjang. Tragisnya, ketika digerebek Aiptu Bardi, 40, malah ngumpet di kamar mandi.

Tak ada larangan polisi jadi penyiar, sama halnya penyiar bisa saja jadi polisi. Sebab dari kedua profesi itu takkan terjadi konflik kepentingan. Siapa tahu mereka memang hobi bercuap-cuap di udara, sekaligus menyalurkan keahliannya. Siapa tahu pula polisi ini ahli kriminologi, lalu berbagi ilmu pada pendengar radio, menyoroti tentang peristiwa-peristiwa kejahatan. Lumayan kan, selain ilmunya bisa ditularkan, dia lazimnya memperoleh honorarium khusus.

Ilmu apa pula yang dimiliki Aiptu Bardi, sehingga dia dipercaya mengasuh sebuah acara radio swasta di Kandangan, Kediri? Ilmu kriminilogi, Ilmu Bumi, Ilmu Ukur, atau Ilmu Hayat? Nggak jelas semuanya. Yang pasti Bardi sangat menikmati acara itu, karena di studio dia kemudian bisa ketemu dengan TTM (Teman Tapi Mesra)-nya yang bernama Darini. Kebetulan pula si wanita juga penyiar di radio swasta yang sama, sehingga kesempatan selalu ketemu sangat terbuka lebar. Baik itu di gelombang FM, maupun di darat.

Kali pertama ketemu, hubungan Darini – Bardi hanya sebatas antar sesama penyiar saja. Tapi setelah akrab, dan penyiar yang juga polisi ini enak dijadikan teman ngobrol, mulailah Darini berani curhat tentang masalah pribadi. Termasuk juga masalah kemelut rumahtangganya yang tengah terjadi. Dia berharap polisi yang juga pelayan masyarakat itu bisa memberikan solusi jitu, sehingga friksi-friksi dalam keluarganya bisa dihapuskan dan bersama mas Winto, 35, suaminya kembali dalam situasi tata tentrem karta raharja (aman sejahtera).

Andaikan Bardi ini keluarganya baik-baik saja, bolehlah Darini minta petunjuk pada bapak polisi. Tapi dia sendiri kan dalam status duda cerai, sehingga perilaku mana yang bisa dijadikan keteladanan? Duda karena cerai bisa diartikan bahwa Bardi sendiri tak becus membina keluarga! Dengan begitu langkah yang ditempuh Darini sama saja buang-buang energi. Kalau ustadz misalnya, pastilah Bardi ini namanya kiai Jarkoni alias bisa ngajar ora bisa nglakoni (bisa menasihati tapi tak mampu menjalani sendiri).

Hal itu pula yang terjadi. Karena dalam status duda sudah lebih dari 2 tahun, Aiptu Bardi jadi ganas banget pada perempuan, terutama yang cantik macam Darini. Karenanya, ketika diminta nasihat-nasihatnya, Bardi justru menyarankan cerai saja jangan ragu. Sebab di sini dia punya kepentingan, jikalau wanita itu jadi janda, dia siap untuk mengambil alihnya. “Sudahlah cerai saja, kamu melepas satu lelaki, masih banyak lelaki yang menantimu, termasuk saya….,” kata Aiptu Bardi. Tentu saja kalimat “termasuk saya” hanya ditahan dalam hati.

Seperti diguna-guna saja, Darini sendiri lama-lama terpikat pada Bardi. Ketika lelaki itu mulai berani main colek dan nyrempet-nyrempet wilayah terlarang, dia hanya mendiamkan saja. Sadar bahwa lampu hijau telah menyala, sang konsultan itu menjelma jadi setan. Bila sebelumnya mereka hanya bercuap-cuap di udara, sekarang sudah berani pula bercup-cup bibir di tempat-tempat khusus. Bahkan hubungan suami istri yang mustinya hanya haknya Winto, sudah diambil alih oleh oknum polisi ini. Gilanya pula, Bardi – Darini berani melakukan di rumah Winto Desa Tulungrejo Kecamatan Pare.

Apes rupanya beberapa hari lalu. Winto yang mendengar khabar bahwa istrinya punya PIL dan sering dibawa ke rumah, diam-diam disanggongnya. Nah, ketika terlihat oknum polisi itu masuk rumah, langsung suami Darini ini panggil warga untuk menggerebek. Tapi ternyata Bardi hilang lenyap bak ditelan bumi. Setelah digeledeh dii segala penjuru, ditemukan dia sembunyi dalam kamar mandi. Langsung bersama Darini keduanya digelandang ke Polres Kediri.

Yang perlu diperjelas, dia ke kamar mandi apa mandi wajib?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar